Aku Malu Jadi Blogger Copas

Aku Malu Jadi Blogger Copas

12 529

Aku Malu Jadi Blogger Copas ? Enggak juga tuh, ciyus miapah ? Tapi ini menurut saya loh, jangan di protes!. Kata salah satu “pakar blogger”, beda blogger beda pendapat itu wajar tanpa pengecualian #audit.

Alasan saya gampang dan enggak pake ribet, mari kita jabarkan satu persatu kenapa saya menolak pernyataan Aku Malu Jadi Blogger Copas :

1. Di tulisan Saya Bukan Blogger sudah dengan jelas saya memproklamasikan diri bahwa saya bukanlah seorang blogger. Jadi karena saya bukan seorang blogger, otomatis pernyataan  Aku Malu Jadi Blogger Copas tidak berlaku untuk saya dan harus batal demi hukum.

2. Tidak semua copas itu memalukan, malah dianjurkan dan wajib demi Agama, contoh: copas Cara Shalat Rasulullah,

3. Pernah suatu ketika saya bertanya pada salah seorang manajer di koran harian Banjarmasin Post. Pertanyaan saya to the point, om Royan (nama beliau Royan Naimi), apakah diperbolehkan (dalam dunia jurnalistik) kita copas berita milik orang? Jawaban beliau simpel saja: Boleh!

Terus saya perdalam lagi, “Apakah copas tersebut harus mencantumkan sumbernya?”. Beliau jawab, “Tidak juga, apalagi kalau sudah ada MoU antara kedua belah pihak yang isinya antara lain; boleh saling copas berita”.

Semakin penasaran saya tanya lagi, “Kalau misal tidak ada perjanjian saling copas sebelumnya?”. Beliau jawab, “Minimal cantumkan inisial sumber, atau lebih bagus lagi kalau ada link menuju sumbernya”.

4. Apalah artinya berbagi kalo ada embel embel trafik/earning/visitor/SERP/bla bla bla, Blogger sejati setau saya cuman nulis, nulis dan nulis. Kalo bukan cuman nulis berarti cuman kelas pedagang/pebisnis/pekerja/dll, dan belum layak dianggap sebagai Blogger. Bedanya blogger dan wartawan adalah: Kalo wartawan menulis berdasarkan fakta, sedangkan Blogger nulis bedasarkan fakta + sedikit opini pribadi. Kalau sama pedagang?

Aku Malu Jadi Blogger Copas

Aku Malu Jadi Blogger Copas

Aku Malu Jadi Blogger Copas

Sumber Gambar: copy-paste-words.blogspot.com

5. Joke: Coba bayangkan, apa jadinya kalau Microsoft tidak mengembangkan teknologi OLE – Object Linked Embedding di OS Windows, mungkin saat ini kita tidak akan mengenal istilah copy paste, apalagi istilah Aku Malu Jadi Blogger Copas. Apakah anda akan merasa nyaman bekerja di system DOS yang semuanya serba manual tanpa adanya fungsi copy paste? Tentu saja tidak.

4 (Empat) orang kolega saya di Blogger Banua! mungkin punya pendapat yang mirip 11-12 di posting mereka berikut ini:

Salam Aku Malu Jadi Blogger Copas eh Aku Bangga Jadi Blogger Copas!

SIMILAR ARTICLES

12 COMMENTS

  1. Setuju dengan “Blogger sejati setau saya cuman nulis, nulis dan nulis…” Mudahan ulun kawa jadi keitu, tuntung nulis nyari ide gasan nulis nang hanyar

  2. menurut ane yang menyebalkan itu blogger yang nulis artikel atau topik yang over-used atau sama kayak download gratis idm dan semacamnya, tp hak mereka sih.

  3. kenapa harus malu mengcopas krn mengcopas itu rame, misal mengcopas mangga, mengcopas durian, mengcopas rambutan dan lainnya (mengcopas identik dengan mengupas, beda penglihatan ja :D)

  4. saya kira kita sepakat, copas sepanjang menunjukkan sumber terlebih kredit link masih bisa diterima, dan oke-oke saja. yang salah adalah copas tanpa memberikan sumber pengambilan. bagi blogger, kenapa menghindari copas…karena ia punya misi, agar artikelnya “unik” di mata search engine, sehingga bagus SERP…dst….UUD (ujung2 nya duit lagi ) he2…buat blogger yg belum ngerti dan belum tergiur duit di internet sih masa bodoh dengan hal tsb…salam.

  5. Saya sebagai orang awam sering nyari info itu dari blog. Simpel saja, karena apa yang ditulis blog biasanya cerminan dari keseharian. Dan alhamdulillah saya banyak terbantu dari tulisan-tulisan rekan blogger tersebut. Dan saya paling suka kalo kontennya unik. Apalagi kalau antara satu blog dengan lainnya konten yang disajikan berbeda. Seneng banget melihat satu tpok dari sudut pandang dan pengalaman yang berbeda. Serasa hidup …

Berikan Komentar Anda ^^v