Tips Blogspot Terbaru 2011 – Original Content is Not The Only King ?

Advertisement

Gara gara status salah seorang rekan di Blogger Banua, saya jadi tergelitik untuk menulis tentang blog copas dan content sampah yang di labelkan kepada para copaser. Status yang ditulis adalah tentang content is the king, dan konten asli selalu jadi pemenang di google serp.

Blogger Copas atau istilahnya blogger copy paste, selalu dipandang secara sebelah mata oleh para blogger idealis yang mengagungkan content is the king, yang artinya mungkin adalah, bahwa posting asli adalah segalanya. Semua blog yang melakukan copy paste, akan tenggelam dalam posisi google SERP.

Anda bisa cari informasi tentang caci maki kepada blogger copas ini di google, dan mungkin anda bisa temukan tidak kurang dari 3 juta hasil pencarian dengan keywords “blogger copas” tersebut.

Padahal content is content, bukan berarti setelah dilakukan copy paste, terus kemudian konten itu berubah jadi sampah, bukan itu maksudnya.

Content the king itu bukan semata mata sebuah ungkapan untuk mendeskreditkan konten copas, tapi lebih jauh lagi ke arah manfaat dan isi dari artikel yang di posting, tidak peduli itu konten asli maupun hasil copas. Unik maupun tidak.

Sebelum lebih jauh membicarakan kenapa, ada lebih baik kita ungkap fakta fakta sebagai berikut:

1. Konten asli tidak selalu berada di posisi 1, bahkan jarang jarang berada di halaman 1 mesin pencarian google

2. Kemungkinan besar google belum bisa membedakan, mana konten asli, dan mana yang konten bajakan.

3. Konten asli belum tentu bermanfaat, sedangkan konten kopas tentu saja bermanfaat, sehingga sampai sampai, di copas oleh orang lain.

Mari kita urai fakta fakta yang ada di atas.

Sesuai dengan panduan untuk membangun sebuah high quality site dari google webmaster blog, kita diberikan list pertanyaan, yang apabila semuanya bisa kita ikuti, maka kemungkinan besar, blog/ site maupun artikel yang kita tulis. akan mendapat posisi yang layak dan menjadi The King dalam mesin pencarian google.

Izinkan saya sadur sedikit, yang khususnya berhubungan dengan content is the king, sebagai berikut:

1. Apakah anda mau mempercayai informasi yang disampaikan dalam artikel itu ?

2. Apakah artikel itu ditulis oleh ahlinya, atau oleh orang yang punya kegemaran dan pengetahuan yg cukup tentang artikel yang ditulis itu, atau bahkan hanya tulisan iseng yang ditulis oleh orang yang tidak mengerti apa apa ?

3. Apakah ada artikel sejenis, dengan topik yang sama, mulai dari tulisan yang mirip sampai dengan sedikit sekali kemiripannya ?

4. Apakah artikel tersebut memiliki kesalahan penulisan, baik ejaan maupun gaya bahasa yang di pakai ?

5. Apakah konten artikel tersebut memang orisinil, baik berupa reportase original, analisa original, maupun penelitian yang original ?

6. Apakah konten artikel tersebut memiliki nilai isi yang lebih, dibandingkan dengan hasil pencarian lainnya di google ?

7. Apakah kontrol kualitas telah dilakukan pada artikel itu ? termasuk editing yang hati hati dan tidak ceroboh dan tidak terkesan terburu buru ?

8. Apakah artikel yang ditulis telah memenuhi unsur keseimbangan fakta, mengambil kisah dari dua sisi yang berbeda ?

Hmm, masih banyak lagi yang bisa anda temukan dalam guidance tersebut, ternyata faktor “konten asli”  bukan berarti is the king, tapi mutu dan nilainya lah yang menentukan layak tidaknya sebuah artikel muncul di halaman 1 mesin pencarian google.

Sehebat hebatnya konten asli yang anda tulis, bila isinya tidak berguna dan tidak bermutu bahkan tidak bermanfaat, anda sebagai penulisnya tidak terkenal, orang orang mengeluh tentang artikel yang anda tulis tersebut, bahkan rata rata tidak percaya dengan apa yang anda ditulis, maka jangan berharap untuk mendapat nilai yang layak di google.

Jadi bukan berarti, bila anda menulis sesuatu, kemudian dengan menggunakan judul artikel/ tulisan sebagai keywords, maka artikel anda akan berada di posisi no.1 google SERP. Itu Salah Besar !!!

Kenapa saya sebut salah besar ? sebab, mutu dan nilai ini bukan ditentukan oleh anda sebagai penulis, tapi diberikan oleh pembaca dan para pencari pengetahuan di google. Yang bisa kita lakukan sebagai penulis adalah, menulis sesuatu yang bermanfaat, menerapkan kontrol kualitas terhadap ejaan, gaya tulisan dan juga tentunya menulis secara seimbang di dua sisi cerita.

Kenapa artikel copas bisa berada di nomer 1, sedangkan yang asli berada di antah berantah ?

Yap betul, tulisan sama, artikel sama, judul sama, kenapa bisa yang asli entah berada di mana, sedangkan yang copas malah berada di posisi 1 ?

Website/ blog yang berada di posisi pertama, biasanya memiliki reputasi yang besar, baik dihitung dari google pagerank, alexa rank, maupun total backlink yang di index oleh mesin pencari, seperti google dan yahoo.

Jadi dengan jumlah kepercayaan, pengaruh dan reputasi yang ditunjukkan oleh jumlah backlink dan rank ini, bisa jadi dia memang pantas berada di posisi 1, ini mirip dengan dunia nyata, orang yang berpengaruh lebih dipercaya omongannya dibanding orang yang bukan siapa siapa. Sekarang kalau seandainya saya bicara bahwa lagu peterpan itu yang mengarang adalah saya, bukan peterpan ? apakah anda percaya dengan omongan saya ? wkwkwkwk, koq jadi ngomongin peterpan yaa.

Dilematis memang, tapi begitulah keadaannya.

Kesimpulan

Tidak ada hubungan yang pasti antara konten asli dan konten sampah, konten asli dan unik bisa saja terpuruk dalam mesin pencarian, sebab isinya kurang bermutu dan tidak punya nilai, sehingga jarang jarang orang mencari hal tersebut.

Ini suatu hal yang berbeda dengan konten sampah alias copas. Konten sampah berhubungan dengan penjiplakan hasil karya orang lain, tapi penjiplakan ini sendiri sulit dibedakan oleh google, sehingga pengaruh dan reputasi blog/ pemilik blog yang menerbitkan konten itu lah yang mempengaruhi posisi pemenang dalam mesin pencarian google.

Jadi, untuk mendapatkan posisi yang layak di search engine, tidak hanya cukup mengandalkan content original alias konten asli. Anda juga harus bisa membangun suatu pengaruh di internet.

SEO bukanlah sebuah trik, tapi SEO adalah sebuah tata cara dan aturan yang semestinya dipergunakan oleh para penulis konten original, agar konten yang ditulis itu, bisa dipersembahkan dengan cara semestinya, cara cara yang dikehendaki oleh pembaca, yang tentunya juga disukai oleh mesin pencarian. Kalau sudah begitu, kedepannya bisa dipastikan, blog dan tulisan anda akan mendapatkan tempat dan pengaruh yang layak di search engine

Membangun reputasi di internet adalah salah satu cara untuk mendapatkan pengaruh di internet, mungkin bisa jadi, account google yang selama ini anda pakai, sudah menjadi acuan google dalam memperhitungkan reputasi yang anda miliki. Bila seandainya account google/ alamat email / alamat blog itu ditemukan google dalam pencariannya di dunia internet (crawling), maka semestinya lah anda mendapatkan reputasi yang lebih di mata google.

Blogwalking, aktif di forum forum, terkenal di web directory dll, akan secara signifikan menaikkan reputasi anda ini.

Artikel di copas adalah ciri bahwa artikel tersebut memang bermutu. Agar tidak kalah dalam mesin pencarian, alangkah lebih baiknya, kalau anda sebarkan dulu artikel tersebut ke khalayak ramai, sebelum disebarkan oleh oknum yang melakukan copy paste.

Semoga bermanfaat.

Advertisement

Leave a Reply